Kamis, 03 Januari 2013

Entering The Next Level

Entering The Next Level! 

Saudara, waktu berjalan begitu cepat dimana sekarang sudah bulan November dan kita tahu sejak awal tahun Tuhan memberikan tema untuk tahun 2012 adalah: “Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenanan Tuhan. Mujizat masih ada!”

Tahun Ayin Gimel (5773 menurut kalender orang Yahudi) yang dimulai pada tgl 16 September 2012 sampai dengan 4 September 2013, Ayin berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita. Mata Tuhan senantiasa tertuju kepada kita, Dia mau menuntun dan mengarahkan kita. Dia mau menasehati dan menegor kita. Itulah Tuhan kita! Karena itu saya katakan bahwa Tuhan Yesus baik! Sekarang tergantung kita, kalau saudara dan saya mau mengalami tuntunan dan arahan Tuhan; yang harus kita lakukan adalah: mata kita harus senantiasa tertuju kepada Dia!

Akhir-akhir ini tuntunan Tuhan yang kita terima melalui itu adalah bahwa kita sedang dibawa naik ke level yang lebih tinggi atau Entering The Next Level. Kalau kita mau mengikuti hal ini, maka kita akan dituntun bagaimana supaya naik ke level yang lebih tinggi dan kalau kita lakukan maka itulah yang disebut dengan: berkenan di hadapan Tuhan. Dan saya percaya perkenanan Tuhan turun atas Saudara berlimpah….limpah….limpah! Amin!

Minggu, 14 Oktober 2012

Berlatih

Ayat bacaan: 1 Timotius 4:8
=====================
"Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

Efek naik tangga beberapa tingkat berbeda bagi orang yang sering berolahraga dengan yang jarang atau tidak sama sekali. Bagi yang suka berolahraga, naik tangga beberapa lantai ke atas tidak akan terasa melelahkan. Mereka akan tetap terlihat normal alias biasa-biasa saja. Sedang yang jarang berolahraga tentu akan kehabisan nafas, terengah-engah, keringat dingin, sesak nafas dan menjadi sulit bicara. Pada suatu kali di sebuah kantor lift mendadak mati, sehingga saya bersama beberapa orang harus turun dari lantai 8 menuju ke dasar. Maka terlihat jelaslah orang yang sering berlatih kebugaran dengan yang tidak, terutama setelah mencapai lantai bawah. Usia tidak membawa pengaruh berarti, karena ada beberapa diantara mereka yang sudah cukup lanjut usia ternyata mampu 'mengalahkan' yang lebih muda dari segi kebugaran.

Olahraga atau latihan jasmani yang dilakukan secara rutin akan mampu menjaga dan meningkatkan stamina kita. Tubuh akan menjadi lebih sehat, segar dan kuat, tidak gampang jatuh sakit, dan akan lebih mampu mengatasi tantangan berat seperti jalan yang curam menurun atau naik turun tangga. Jika latihan jasmani atau badani saja sudah memberikan perbedaan signifikan terhadap daya tahan dan kebugaran tubuh, ibadah adalah lebih penting lagi. Mengapa? Sebab disaat latihan jasmani terbatas gunanya, yaitu hanya untuk kehidupan kita di dunia ini, latihan ibadah akan membawa manfaat baik pada hidup kita saat ini maupun kehidupan yang akan datang. Itulah yang diingatkan pula oleh Paulus. Karenanya ia menyerukan pentingnya sebuah komitmen untuk melatih diri kita dalam beribadah. "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:7b-8).

Rabu, 10 Oktober 2012

Dosa dan Masalah

Oleh: Yon Maryono

Pada saat kita berfikir tentang istilah pekerja maka tidak terlepas dari definisi orang yang melakukan pekerjaan untuk memperoleh penghasilan, dapat berupa gaji atau materi baik materi, uang maupun non materi. Tetapi bila istilah pekerja itu dikaitkan dengan PSK atau pekerja Seks Komersial, anda akan termenung benarkah istilah pekerja itu sama dengan definisi yang kita harapkan? Mengapa perbuatan percabulan atau perzinahan dikatagorikan pekerjaan sebagaimana profesi lainnya? Hal ini menunjukan bahwa tindak pelanggaran asusila yang merupakan perbuatan dosa dikemas menjadi pelanggaran yang merupakan masalah sosial.
Memaknai Dosa

Mencoba memahami pengertian dosa didasarkan Alkitab, maka segala pengertian dosa harus berlatar belakang pelanggaran manusia terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4). Dosa adalah kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak menaati hukum, kelaliman atau ketidak adilan dengan ciri utama dalam segala seginya tertuju kepada Allah (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini I, hal. 257). Definisi tersebut menunjukan bahwa lingkup dosa tidak hanya berupa tindakan misalnya pembunuhan, itu pasti! Ajaran kesepuluh hukum Allah jelas, dan semua orang mengatakan kejahatan, tetapi Alkitab mengatakan lebih dari itu: Markus 7: 21-22 diuraikan: Dosa timbul dari hati dan pikiran; sebab dari dalam, dari hati orang timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan (Mark 7:21-22 bdn Gal 5:19-21)

Pemenang

Ayat bacaan: Roma 8:37
===================
"Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."

Tanyakan kepada olahragawan manapun apakah mereka pernah ingin bertanding untuk kalah atau sekedar menjadi penggembira saja. Tentu saja pikiran seperti itu tidak pernah ada di benak mereka. Mereka melakukan usaha dan latihan serius dalam waktu yang panjang tentu dengan harapan untuk bisa menjadi yang terbaik di bidangnya. Para atlit pasti ingin mengukir prestasinya sebagai yang terdepan di cabang yang mereka geluti. Tidak ada satupun olahragawan yang bersiap untuk kalah , semua berlomba untuk menang dan keluar menjadi juara. Tidak hanya atlit, tetapi dalam kehidupan kita masing-masing kitapun ingin mengukir prestasi setinggi mungkin. Karir, pekerjaan, pendidikan dan sebagainya, semua itu merupakan "gelanggang-gelanggang" pertandingan yang kita jalani untuk bisa mengukir prestasi dan berhasil di dalamnya. Tidak mudah memang untuk itu, karena dibutuhkan kerja keras, semangat dan ketekunan agar bisa mencapai sebuah prestasi yang membanggakan. Perjuangan untuk itu bisa jadi sangat berat. Lihatlah bagaimana para atlit menghabiskan hari-harinya dengan segudang usaha keras. Mereka harus menata porsi makan mereka, harus bangun pagi-pagi benar dan terus berlatih. Pola dan jadwal latihan mereka mungkin sangat menjenuhkan bagi kita. Pengorbanan tenaga, waktu dan kesenangan-kesenangan pribadi pun menjadi harga yang harus dibayar untuk bisa mengukir prestasi. Tanpa itu maka jangan harap prestasi mampu diraih.