Entering The Next Level!
Saudara, waktu berjalan begitu cepat dimana sekarang sudah bulan
November dan kita tahu sejak awal tahun Tuhan memberikan tema untuk
tahun 2012 adalah: “Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenanan Tuhan. Mujizat masih ada!”
Tahun Ayin Gimel (5773 menurut kalender orang Yahudi) yang dimulai pada
tgl 16 September 2012 sampai dengan 4 September 2013, Ayin berbicara
tentang mata Tuhan dan mata kita. Mata Tuhan senantiasa tertuju kepada
kita, Dia mau menuntun dan mengarahkan kita. Dia mau menasehati dan
menegor kita. Itulah Tuhan kita! Karena itu saya katakan bahwa Tuhan
Yesus baik! Sekarang tergantung kita, kalau saudara dan saya mau
mengalami tuntunan dan arahan Tuhan; yang harus kita lakukan adalah:
mata kita harus senantiasa tertuju kepada Dia!
Akhir-akhir ini tuntunan Tuhan yang kita terima melalui itu adalah bahwa
kita sedang dibawa naik ke level yang lebih tinggi atau Entering The Next Level. Kalau
kita mau mengikuti hal ini, maka kita akan dituntun bagaimana supaya
naik ke level yang lebih tinggi dan kalau kita lakukan maka itulah yang
disebut dengan: berkenan di hadapan Tuhan. Dan saya percaya perkenanan
Tuhan turun atas Saudara berlimpah….limpah….limpah! Amin!
I. MENJADI SERUPA DENGAN GAMBAR YESUS
Mungkin ada yang bertanya, “Level itu maksimalnya dimana?” Apa target Tuhan buat saudara dan saya? Mungkin ada yang berkata, “Pak Niko setiap bulan berkata entering the next level atau naik ke level yang lebih tinggi, ini mau kemana?”
Roma 8:29–30, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari
semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa
dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung
di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula,
mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu
juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga
dimuliakan-Nya.”
Percayakah Saudara bahwa kita ini adalah orang-orang pilihan? Amin!
Lihatlah betapa berharganya Saudara dan saya di mata Tuhan. Kita telah
dipilih sejak kita berada di dalam kandungan ibu kita. Alkitab juga
berkata bahwa kita dipilih sejak sebelum dunia dijadikan (Efesus 1 : 4). Saudara
yang berada di tempat ini bukanlah kebetulan. Mungkin ada yang baru
bertobat 3 bulan, 5 bulan bahkan ada yang sudah 50 tahun dan Saudara
berada di tempat ini, itu bukanlah kebetulan! Itu karena Saudara
termasuk orang-orang pilihan. Amin!
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga
ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran
Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak
saudara…..
Saudara, kita ini sudah ditentukan dan targetnya, yaitu supaya kita
menjadi serupa dengan gambaran Yesus. Sekarang ini kita sedang dibawa ke
sana, tetapi bagaimana caranya?
Ayat 30 dari Roma 8 tadi berkata, “...Dan mereka yang
ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka
yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang
dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”
Saudara pasti mendengar panggilan-Nya, mungkin ada yang baru dipanggil 3
bulan dan sebagainya tetapi yang penting Saudara mendengar
panggilan-Nya. Kemudian yang dipanggil-Nya itu dibenarkan dan itu bukan
karena perbuatan baik kita, melainkan karena iman kita kepada Tuhan
Yesus. Dan yang dibenarkan itu juga dimuliakan-Nya. Apakah Saudara mau
dimuliakan? Amin! Apakah Saudara tahu arti dimuliakan? Dimuliakan itu
artinya diproses habis! Apakah Saudara masih mau dimuliakan kalau
artinya sama dengan diproses habis? Kadang-kadang ketika di ibadah
dikatakan, “Mari kita beri kemuliaan!”, lalu semua bertepuk-tangan dengan sukacita. Tetapi sesungguhnya arti dimuliakan itu adalah ‘diproses habis-habisan’ sampai Saudara dan saya menjadi serupa dengan gambar-Nya.
II. MAKNA GIMEL SEBAGAI PRIBADI KE-3, YAITU ROH KUDUS
Efesus 4:11–13, “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul
maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala
dan pengajar-pengajar, 12untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi
pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13sampai kita
semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang
Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan
kepenuhan Kristus.”
Ada 5 jawatan, yaitu rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru yang
semuanya diberikan untuk memperlengkapi dan membantu orang-orang kudus
agar ayat 13 itu terjadi. Tadi dikatakan bahwa dimuliakan artinya
diproses habis atau dengan kata lain Saudara dipaksa untuk ke arah
sana. Kita telah dituntun Tuhan secara luar biasa melalui Ayin Gimel
(73) tadi. Jadi Ayin (70)-nya berbicara tentang mata Tuhan dan mata kita
sedangkan Gimel yang adalah angka 3 dalam bahasa Ibrani bentuk hurufnya
seperti unta. Bulan yang lalu saya telah berbicara tentang unta ini,
tetapi kali ini tentang Gimel yang adalah angka 3. Dalam bahasa Ibrani;
• Aleph sama dengan angka 1,
• Beth sama dengan angka 2, dan
• Gimel adalah angka 3,
jadi ketiganya berbicara tentang Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh
Kudus. Ayin Gimel sendiri berbicara tentang Allah Roh Kudus.
Bukankah pesan Tuhan yang Saudara sering dengar hari-hari ini adalah, “Roh Kudus sedang dicurahkan secara luar biasa!” Amin! Ini
adalah era kemuliaan dan yang Tuhan mau adalah hidup kita berkenan di
hadapan Tuhan. Oleh sebab itu mari kita semua meresponinya. Kalau
sekarang Tuhan berkata bahwa ini adalah era kemuliaan Tuhan dimana Roh
Kudus sedang dicurahkan, marilah kita meresponinya.
Bagaimana kita meresponinya?
1. Unity
Doa Tuhan Yesus, “Bapa, Aku telah memberikan kepada mereka
kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu,
sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam
Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, …..” (Yoh 17:22–23)
Pada waktu Roh Kudus dicurahkan seperti ini mari kita responi dengan
hidup unity. Unity ini dimulai pertama-tama antara kita dengan Tuhan.
Tetapi setelah itu adalah unity di antara keluarga. Keluarga harus
unity! Gereja-gereja harus unity! Denominasi-denominasi harus unity!
Saya adalah salah satu orang yang Tuhan angkat atau dipakai untuk
menyatukan gereja-gereja termasuk yang di Indonesia. Saya tidak perduli
ketika tentunya tidak semua orang suka kepada saya. Meskipun dijelekkan
dan dihabisi, bagi saya itu tidak masalah, karena yang penting hati saya
berkata, “Mari kita unity!”
2. Semakin Dalam Dengan Roh Kudus
Pada waktu Roh Kudus dicurahkan seperti sekarang ini, ada pesan Tuhan melalui Yehezkiel 47. Yehezkiel 40 – 48 ini
berbicara tentang penglihatan tentang pemulihan atau tentang zaman
baru. Disitu Yehezkiel diberikan penglihatan yang luar biasa oleh Tuhan.
Pada pasal 47, Yehezkiel sedang dibawa oleh ‘seseorang’ ke Bait Allah;
dimana ada pintunya yang menghadap ke timur, lalu dari ambang pintu itu
keluar air. ‘Orang’ itu memegang semacam tali untuk mengukur:
• Awalnya dia mengukur air itu mulai dari kluarnya air sampai 1000 hasta
ke depan. Setelah itu dia menyuruh Yehezkiel untuk masuk ke dalam air
itu. Ketika Yehezkiel masuk ternyata di sana airnya masih sepergelangan
kaki dalamnya.
• Arus air itu memang deras dan orang itu kembali mengukur 1000 hasta
lagi ke depan kemudian kembali menyuruh Yehezkiel masuk ke dalamnya.
Ternyata airnya sekarang sudah selutut dalamnya.
• Lalu diukur kembali 1000 hasta ke depan, dan Yehezkiel kembali disuruh
masuk ke dalamnya. Di sana airnya sudah mencapai sepinggang.
• Belum selesai sampai di sana, diukur lagi 1000 hasta ke depan, jadi
jumlah panjang yang diukur sudah 4000 hasta dan ternyata di sana airnya
sudah membuat Yehezkiel tenggelam dan dia tidak lagi bisa berjalan
melainkan harus berenang.
Maknanya penglihatan ini adalah tentang level atau kedalaman kita dengan Roh Kudus:
- Level Sepergelangan Kaki
Pertama-tama saya percaya ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat dan Roh Kudus ada di dalam Saudara,
mungkin kedalaman Saudara dengan Roh Kudus itu masih sepergelangan kaki.
Di level ini masih enak dimana Saudara masih bisa berjalan kemana-mana.
Walaupun arusnya deras, Saudara tetap masih bisa bebas bergerak kemana
saja. Ini adalah ‘periode’ yang paling menyenangkan! Beberapa puluh
tahun yang lalu ketika saya masih di full-gospel (FGBMFI), ada
banyak sekali cerita kesaksian-kesaksian yang luar biasa dari
orang-orang yang baru bertobat. Apa saja yang dia kerjakan selalu
berhasil dan mereka senangnya bukan main. Lagu yang paling senang
dinyanyikan ketika itu saya masih ingat, yaitu lagu “Aku diberkati….yang penting aku diberkati…., dst”. Mengapa? Memang semua diberkati dan‘dimanja’ oleh
Tuhan. Tetapi kita tidak bisa selamanya berada dilevel nitu. Waktu
terus bergerak maju dan sampailah kita ke level berikutnya.
- Level Selutut
Di level ini mulai dirasakan agak berat karena arusnya deras, tetapi dia masih bisa berjalan bebas dan masih bernyanyi,“Aku diberkati….yang penting aku diberkati…”. Dari
sini masih akan terus bergerak ke depan karena memang sejak semula
telah ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya sehingga harus
masuk lebih dalam lagi. Lalu sampailah di level selanjutnya.
- Level Sepinggang
Di level ini mulai terasa berat sekali ketika mau berjalan bebas apalagi
melawan arus karena memang arusnya deras. Saudara, disini banyak yang
berusaha dengan memakai cara-cara yang lama, namun demikian banyak yang
mengalami kerugian sehingga nyanyinya mulai berubah. Kalau tadi, “Aku diberkati…..”, sekarang menjadi, “Aku banyak rugi!...dulu diberkati!.” Ini
karena banyak yang kurang mengerti. Di level yang dulu juga memiliki
Roh Kudus tetapi masih bisa berjalan seenaknya atau sesukanya sendiri.
Tetapi ketika mulai di level sepinggang ini dia baru mulai merasakan
kesusahan. “Ko’ susah ya? Tadi saya mau berbuat ini, tapi sepertinya ada yang menahan…?.” Saya
melihat waktu itu banyak yang keluar dari ‘sungai’ itu dan saya berdoa
supaya tidak murtad ketika mereka keluar dari proses tersebut. Namun
saya mau beritahu Saudara bahwa saya banyak melihat ketika mereka keluar
dari proses itu, justru mereka tambah ‘babak-belur.’ Itulah yang terjadi!
Mungkin sekarang Saudara ada yang sedang mengalami hal seperti itu dan
Saudara tidak mengerti, mengapa ketika dulu baru bertobat diberkati luar
biasa; tetapi ketika semakin sungguh-sungguh malah jadi semakin susah.
Kenapa? Karena memakai cara yang lama dan memakai pikirannya sendiri
dan tidak memakai pikiran-Nya Kristus! Padahal arus itu adalah Roh Kudus
yang sedang mengarahkan kita. Makanya saya sering berkata, “Banyak masuk menara doa” dan
banyak bertanya kepada Tuhan. Tetapi proses itu belum selesai karena
akan berlanjut ke level selanjutnya, yaitu sampai tenggelam sepenuhnya,
namun di level ini saja sudah banyak yang mulai keluar karena tidak
tahan diproses.
- Level Tenggelam
Ketika ditambah 1000 hasta lagi, maka kedalaman air membuat kita
tenggelam dan hilang dari permukaan. Di sini sudah tidak bisa berjalan
lagi, hanya bisa berenang. Kalau arus yang deras itu misalnya datang
dari kiri sana, apakah kita akan berenang ke sisi kiri dan melawan arus?
Tentu tidak! Saya katakan itu adalah orang bodoh yang berenang melawan
arus. Yang benar kita harus berenang mengikuti alirannya dan itu artinya
tidak sama dengan apa yang Saudara pikirkan. Pikiran kita tidak sama
dengan pikiran Kristus. Itu kadang-kadang yang menyebabkan mengapa orang
dibawa semakin tinggi justru semakin ‘struggle’ atau mengalami
satu pergumulan yang berat, termasuk saya. Selama 4 bulan terakhir ini
saya banyak mengalami seperti apa yang mungkin Saudara dengar.
Misalnya, “Kenapa Pak Niko tiba-tiba sakit….?”, dsb. Saya sudah
dicek oleh dokter secara menyeluruh dan tidak ditemukan satu penyakit
pun, saya sehat wal’afiat. Tapi sepertinya sakit, mengapa? Karena memang
maunya Tuhan untuk mendekatkan saya pada-Nya.
Saya mau bercerita kepada Saudara dan saya tidak malu untuk
mengatakannya. Pada waktu saya diproses dimana sekarang boleh saya
katakan bahwa saya sudah mencapai di atas 80% di level tenggelam dan
mengerti apa yang Tuhan mau. Dulu yang tahu hanya istri saya, tetapi
sekarng Saudara juga boleh tahu juga. Pada waktu diproses saya sempat
berkata,“Tuhan, saya tidak kuat…..saya tidak kuat, Tuhan. Angkat saya, Tuhan….angkat saya! Saya sudah tidak kuat!” Tahukah Saudara apa yang Tuhan Yesus katakan kepada saya? Tuhan Yesus berkata, “Niko,
itu bukan hanya kamu, tetapi Aku juga pernah merasakan seperti itu.
Kamu ingat waktu Aku di Taman Getsemani? Aku berkata, “Hati-Ku sedih,
seperti mau mati rasanya.” Apakah Saudara juga pernah merasakan hal
yang sama, yaitu sedih seperti mau mati rasanya? Mengapa Tuhan Yesus
seperti itu? Karena Dia merasakan ditinggalkan oleh Bapa. Belum lagi
pada waktu Tuhan Yesus berada di atas kayu salib, Tuhan Yesus
berteriak, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” yang artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Saya
juga merasakan yang seperti itu dan setelah saya membaca di Alkitab,
ternyata semua Jenderal-Nya Tuhan juga mengalami hal yang sama. Kalau
dinamakan “Jenderal,” maka semua orang berpikir bahwa dia
adalah orang yang gagah perkasa dengan pelayanan yang serba luar biasa.
Itu tidak demikian! Karena semua Jenderal-Nya Tuhan akan mengalami apa
yang juga Tuhan Yesus alami.
Dalam 2 Korintus 11:23–29, kita melihat apa yang Rasul Paulus alami:
Apakah mereka pelayan Kristus? - aku berkata seperti orang
gila - aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di
dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima
kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu
pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga
kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di
tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan
bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak
orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya
di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak
berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar
dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan,
dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu
untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah,
tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah
hatiku hancur oleh dukacita?”
Kalau Saudara mendengar semua itu apakah Saudara masih mau terus? Amin!
Apakah sebaliknya justru Saudara mau keluar? Saya sudah mengalaminya dan
saya mau beritahu Saudara bahwa sepertinya ditinggalkan Tuhan, tetapi
sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan. Bukankah Dia sudah
berjanji bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan-pencobaan
biasa yang tidak akan melebihi kekuatan kita. Kalau engkau sedang
dicobai, justru Dia akan memberikan jalan keluar kepada kita supaya kita
bisa mengatasi pencobaan itu (1 Kor 10:13).
3. Jalani Proses Tuhan Sampai Selesai
Yehezkiel 47:6, lalu ia berkata kepadaku: “Sudahkah engkau
lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi
sungai.”
Tadinya mereka ada di dalam sungai dari kedalaman sepergelangan kaki
sampai dengan tenggelam, sekarang Yehezkiel disuruh keluar
dari sungai itu dan kembali ke pintunya Bait Allah dengan berjalan
kaki. Dan pada waktu berjalan kaki itu yang dilihat adalah seperti
tertulis dalam ayat 7 dan 12 sebagai berikut: “Dalam
perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak
pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. Pada kedua tepi sungai itu
tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan
buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab
pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi
makanan dan daunnya menjadi obat.”
Jadi kalau kita baca dan renungkan ayat 7 dan 12 itu, maka ketika keluar
dari sungai dengan kedalaman sampai tenggelam atau jarak 4000 hasta
tadi, maka Saudara akan melihat apa yang kita baca tadi. Tetapi kalau
Saudara keluar sebelum jarak 4000 hasta karena tidak tahan dengan proses
padahal masih tersisa jarak 1000 hasta lagi atau kedalaman baru
sepergelangan kaki, apakah Saudara akan melihat jenis-jenis pohon
seperti yang di 4000 hasta tadi? Tentu tidak!
Berkat di 1000 hasta memang ada atau pohon yang di sana juga ada, tetapi
mungkin masih yang kecil-kecil, tetapi tidak seperti yang 4000 hasta
jaraknya. Sebaliknya kalau Saudara hanya sampai di jarak 2000 hasta dan
Saudara keluar, apakah Saudara akan melihat pohon-pohon yang di
belakangnya? Tentu tidak! Ini semua berbicara tentang berkat! Saudara
hanya bisa melihat berkat yang ada di depan ini saja. Mungkin di situ
Saudara sudah berkata bahwa berkat yang di 1000 atau 2000 hasta itu luar
biasa, tetapi Saudara tidak bisa melihat berkat yang ada dibelakangnya.
Sekarang yang jarak 3000 hasta, apakah bisa melihat berkat yng 1000
hasta dibelakang? Tidak bisa melihat! Saudara mungkin akan berkata, “Luar biasa ya berkat yang 3000 hasta….luar biasa ya!”, itu pun kalau Saudara keluar dengan baik-baik, sebab kalau Saudara keluar tidak dengan baik-baik justru bisa ‘babak-belur’. Saudara
mungkin sudah merasa cukup puas dengan
berkat di 3000 hasta, padahal Tuhan sudah menyiapkan berkat di
4000 hasta di mana pohon-pohon di sana daunnya pun menjadi obat!
Mungkin ada yang membutuhkan kesembuhan dan mujizat hari-hari ini.
Mungkin ada yang membutuhkan kesembuhan dalam bidang fisik, mental,
jiwa, ekonomi, dan sebagainya. Semua sudah Tuhan siapkan di tempatnya
yaitu di tempat yang dalam bersama Roh Kudus. Begitu Saudara terus
berjalan dalam proses, maka semuanya sudah lengkap Tuhan sediakan.
Tetapi kalau Saudara hanya sampai 1000 hasta dan belum lengkap prosesnya
maka Saudara belum melihat apa-apa, padahal Tuhan siapkan berkat yang
seutuhnya buat Saudara. Haleluya!
Kadang-kadang orang melihat berkat itu hanya berupa materi atau uang,
padahal itu terlalu kecil bila disamakan demikian. Kalau Tuhan sudah
menyiapkan berkat seutuhnya, itu benar-benar berkat secara lahir dan
batin. Kadang-kadang kita cuma puas dengan berkat yang ada di 1000 hasta
saja, tetapi itu tidak bisa karena Saudara sudah dipilih sejak semula
dimana Saudara akan dipaksa untuk sampai selesai ke sana. Daripada ‘babak-belur’ dan kalau memang merasa tidak kuat, lebih baik berkata seperti saya saja, “Tuhan, saya tidak kuat Tuhan!”, namun
jangan sampai keterusan berkata supaya diangkat saja seperti yang saya
katakan. Tapi katakan saja kepada Tuhan kalau memang tidak kuat, karena
Tuhan akan membelai kita dan menghibur kita serta berkata, “Sudahlah,
pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa yang tidak akan
melebihi kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, Aku akan memberikan jalan
keluar supaya kamu sanggup menahannya.” Amin!
III. ROH KUDUS MEMBAWA KEHIDUPAN, BUKAN KEMATIAN
Yehezkiel 47:8–11, Ia berkata kepadaku:
“Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan,
dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu
menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk
hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi
sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ
menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana
hidup. Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari
En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di
sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar,
sangat banyak. Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar,
itu menjadi tempat mengambil garam.”
Air kehidupan yang keluar dari ambang Bait Allah itu berbicara
tentang Roh Kudus dan Roh Kudus selalu memberikan kehidupan. Firman
Tuhan berkata bahwa, “...sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas, maka padang gurun yang gersang akan menjadi kebun buah-buahan….”(Yesaya 32:15).
Saudara yang dikasihi Tuhan, selalu ada kehidupan di dalam Roh Kudus. Ketika ada Roh Kudus, maka:
• dalam bisnis Saudara ada kehidupan,
• dalam keluarga ada kehidupan,
• dalam hubungan sehari-hari, dengan teman-teman Saudara juga ada kehidupan.
Jadi kalau ada hubungan dengan orang lain yang membawa kematian, itu
perlu dipertanyakan kemana Roh Kudus yang di dalam Saudara itu? Sebab
Tuhan sudah berjanji bahwa kalau Roh Kudus ada di dalam kita dengan
berlimpah-limpah, maka itu akan membawa kehidupan dalam setiap aspek
kehidupan kita.
Dikatakan dalam ayat tadi bahwa air itu mengalir ke air yang asin
yang tidak ada kehidupan di dalamnya, tetapi begitu air yang asin itu
menjadi tawar maka ikan-ikan akan berkeriapan. Ikan-ikan yang tadinya
tidak bisa hidup di sana akhirnya jadi bisa hidup.
Dan yang luar biasa didalam Yehezkiel 47:11 dikatakan, “….Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.”
Jadi sudah dipilih oleh Tuhan, kalau air yang
kira-kira untuk memberikan berkat berupa ikan, maka airnya menjadi
tawar. Tetapi kalau Tuhan mau memberkati orang itu ‘berjualan’ garam,
airnya akan tetap asin! Inilah yang hari-hari ini disebut dengan mujizat yang kreatif, yaitu dari yang tidak ada menjadi ada.
Saudara yang dikasihi Tuhan, kita semua sedang dibawa untuk ‘entering the next level.’ Ada 2 alasan mengapa Tuhan membawa kita naik level, yaitu
- Sebab penuaian 1 milyar jiwa tidak mungkin terjadi sebelum kita dibawa ‘entering the next level.’
- Sebab Tuhan Yesus akan segera datang untuk kali yang kedua dan kita harus didapati dalam keadaan tidak bercacat dan tidak bercela.
Karena itu saya ingin bertanya sekali lagi, apakah Saudara siap untuk
masuk ke level yang lebih tinggi lagi? Tuhan akan paksa kita untuk naik
ke level yang lebih tinggi. Dan saya berdoa agar tidak seorang pun yang
merasa dipaksa, tetapi biarlah Saudara berkata, “Tuhan, sekarang saya mengerti dan saya akan ikuti. Apa pun resikonya, saya harus bayar harga!” Tidak ada yang tidak bayar
harga atau gratis. Gratis itu hanya pada waktu Saudara diselamatkan,
yaitu ketika Saudara percaya dan mempunyai iman kepada Tuhan Yesus,
tetapi setelah itu semuanya harus bayar harga. Amin!
Ingatlah, jangan melarikan diri dari ‘proses’ seperti tadi. Kalau Saudara keluar, Saudara akan ‘babak-belur.’ Walaupun Saudara keluar,
bukankah suatu hari pasti masuk kembali karena belum selesai prosesnya
untuk menjadi serupa dengan gambar-Nya? Asalkan Saudara
tidak menjadi murtad dan saya berdoa supaya jangan ada yang
menjadi murtad. Ketika Saudara masuk kembali dalam proses, ikuti saja
alirannya meskipun nampaknya susah. Saya berdoa agar setiap Saudara yang
sedang naik level, semuanya dinyatakan lulus ‘Summa Cum Laude.’ Amin!
