(1 Petrus 1:3)
Apa arti penting kebangkitan Kristus bagi kita?
Hari ini, saya ingin menjelaskan
makna dari kebangkitan Yesus untuk kita. Apakah makna penting dari
kebangkitan Kristus? Yesus telah bangkit dari antara orang mati, dan itu
merupakan hal yang baik karena dia tidak perlu terus mati. Akan tetapi
apakah hubungannya dengan saya? Apakah hubungannya dengan Anda? Apa itu
kebangkitan? Apakah hubungan antara kematian dan kebangkitan Yesus
dengan setiap dari kita?
Fakta bahwa Yesus telah bangkit dari
antara orang mati, secara historis, adalah pokok yang tidak dapat
disangkal oleh pakar. Akan tetapi persoalannya adalah, bagaimana
peristiwa itu menjadi nyata bagi kita? Bagi mereka yang ingin
mempelajari latar belakang sejarah peristiwa ini, ada beberapa buku yang
bagus untuk dipelajari. Sebagai contoh, buku yang berjudul Who Moved the Stone? (Siapa
Yang Memindahkan Batu itu?) karya Frank Morrison. Morrison awalnya
menyusun buku ini untuk menyangkal peristiwa kebangkitan. Dia bukanlah
seorang Kristen, dan akhirnya dia malah menghasilkan buku yang
membuktikan kebangkitan, dan buku semacam ini sangatlah layak untuk
dibaca.
Namun tetap saja buku ini tidak
mengungkapkan apa kaitan langsung antara kebangkitan Yesus dengan kita.
Bagaimana peristiwa itu memberi keyakinan bagi kita, bahwa kita akan
bangkit kembali?
Apakah makna penting dari kebangkitan?
Apakah Yesus perlu bangkit untuk menjadi Juruselamat?
Saya ingin berkata bahwa: Yesus
tidak harus bangkit dari antara orang mati untuk menjadi Juruselamat.
Apakah hal ini mengejutkan Anda? Jika Yesus telah mati bagi kita, dan
dia tidak bangkit dari antara orang mati, apakah dia tidak akan menjadi
Juruselamat?
Saya gambarkan dengan cara ini:
Anggaplah kita sedang berada dalam keadaan perang, peluru berterbangan
kemana-mana. Ada yang melihat bahwa seseorang sedang membidik ke arah
saya, dan segera, pada saat itu juga, dia melompat ke depan, dia menahan
peluru itu dan terbunuh, dan saya selamat. Apakah fakta bahwa dia telah
mati, dan tidak bangkit kembali, membuatnya tidak bisa dikatakan
sebagai penyelamat saya? Dia tetap penyelamat saya. Dia tidak perlu
bangkit dari kematian untuk membuktikan bahwa dia telah menyelamatkan
saya. Hidup saya diselamatkan karena dia mati. Namun dengan kematiannya,
walaupun tanpa kebangkitan, tetap membuatnya menjadi penyelamat saya,
bukankah demikian?
Dapatkah Anda memahami apa yang saya
maksudkan? Yesus tidak perlu bangkit kembali dari antara orang mati
untuk menjadi Juruselamat kita. Sekalipun dia tidak pernah bangkit dari
antara orang mati, dia akan tetap menjadi Juruselamat kita. Dia tetap
telah mati bagi dosa-dosa kita, tanpa harus bangkit dari antara orang
mati. Bukankah hal ini sangat jelas?
Jika Anda terjebak dalam rumah yang
terbakar, dan ada orang yang menerobos masuk ke dalam rumah dan
menyelamatkan Anda, tetapi dia sendiri gagal meloloskan diri serta
terbakar tewas dalam upayanya menyelamatkan Anda, Anda akan berkata,
"Dia telah menyelamatkan saya, dia adalah penyelamat saya, saya hidup
karena kematiannya"? Apakah dia harus bangkit dari kematian untuk
membuktikan diri sebagai penyelamat Anda? Tentu saja tidak! Kedudukannya
sebagai penyelamat tidak berkurang hanya karena dia tidak bangkit dari
kematian.
Karena saya dihukum mati oleh karena
dosa-dosa saya, dan Yesus mengambil alih tempat saya, dan dihukum mati
menggantikan saya. Sekalipun Yesus tidak bangkit dari antara orang mati,
apakah kedudukan Yesus sebagai Juruselamat berkurang? Akankah begitu?
Dia tetap mengambil alih hukuman atas dosa-dosa saya. Anggaplah, saya
sedang menunggu giliran untuk dieksekusi, saat saya berdiri untuk
digantung Yesus datang sambil berkata, "Tidak, bebaskan dia. Aku akan
menggantikannya." Dengan demikian, Yesus disalibkan menggantikan saya.
Sekalipun Yesus tidak bangkit dari antara orang mati, apakah Yesus bukan
Juruselamat saya? Dia tetap Juruselamat saya. Dia tetap mati bagi saya.
Saya tetap menyebut Yesus sebagai Juruselamat saya. Dia tidak perlu
bangkit dari antara orang mati untuk menjadi Juruselamat saya. Bukankah
begitu? Lalu apakah arti penting dari kebangkitan?
Kita diselamatkan oleh hidup kebangkitan Kristus
Saat saya masih orang Kristen yang
baru, saya tidak dapat memahami apa arti penting kebangkitan bagi saya.
Maksud saya, memang sungguh bagus jika Yesus tidak perlu tetap berada di
dalam kubur. Saya senang akan hal itu. Namun tampaknya peristiwa itu
hanya berkaitan dengan diri-nya sendiri saja, tidak ada hubungannya
dengan saya. Dengan kata lain, kematian Yesus memang bagi saya,
sedangkan kebangkitan adalah buat dia sendiri. Yesus telah mati bagi
saya, dan dengan demikian dia adalah Juruselamat saya. Dia telah bangkit
kembali dan itu bagus buat dia; peristiwa itu tidak ada kaitannya
dengan keselmatan saya. Apakah pemikiran saya ini benar atau salah?
Saya mau menekankan bahwa
kebangkitan Kristus tidak sekadar menyangkut dirinya sendiri, tetapi
juga diri kita. Menurut ajaran Alkitab, tanpa kebangkitan Yesus, maka
kita tidak punya harapan pada keselamatan. Hal inilah yang ingin saya
buktikan hari ini, untuk menunjukkan apakah hubungan antara kebangkitan
Yesus dengan kita. Kebangkitan Yesus sangatlah penting bagi kita.
Inilah yang dikatakan oleh rasul Paulus di Roma 5:10: Sebab
jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh
kematian Anak-nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-nya!
'Hidupnya' adalah hidup kebangkitannya. Kita diselamatkan bukan oleh
kematiannya; kita diselamatkan oleh hidup kebangkitannya. Perhatikan
dengan baik kata-kata, pasti akan diselamatkan oleh hidupnya.
Kita selalu mengira bahwa kita diselamatkan oleh kematiannya, padahal
Paulus berkata bahwa hidupnya lebih berperan dalam keselamatan kita.
Apakah hasil dari kematiannya? Ayat
ini memberitahu kita, kematian Yesus memperdamaikan kita dengan Allah,
yaitu, kematian Kristus menyingkirkan kesalahan akibat dosa; dosa yang
menghadang di antara kita dengan Allah. Dapat dibayangkan seperti ini,
saya telah menyinggung hati Anda, karena itu saya menjadi musuh Anda;
perdamaian harus dilakukan dengan menyingkirkan unsur-unsur yang telah
menimbulkan ketersinggungan yang selama ini menghadang di antara Anda
dan saya. Yesus menyingkirkan hal tersebut lewat kematiannya, pengganggu
di antara Allah dengan Anda, dosa yang menghadang di antara Allah
dengan kita, itu sudah ditiadakan. Itulah perdamaian.
Namun keselamatan lebih dari sekadar
perdamaian. Perdamaian hanya langkah awal dari keselamatan. Makna
keselamatan jauh lebih luas daripada perdamaian. Perdamaian adalah
pengampunan dosa-dosa. Dosa-dosa Anda diampuni, akan tetapi itu masih
belum bisa dikatakan sebagai keselamatan. Keselamatan jauh melampaui
sekadar pengampunan dosa-dosa. Inilah hal yang gagal dipahami oleh
sebagian besar orang Kristen. Mereka mengira, karena Anda telah diampuni
maka Anda telah diselamatkan. Itu hanya langkah awal dari keselamatan,
saudara-saudariku, saya ingin agar Anda memahami hal ini. Kita diselamatkan oleh hidup Kristus.
Apa yang dimaksudkan dengan 'lebih-lebih (much more =
jauh melampaui)'', akan kita lihat sebentar lagi. Pembenaran, istilah
yang digunakan oleh Paulus, jauh melampaui pengampunan. Pembenaran
mencakup pengampunan, namun pembenaran jauh melampaui pengampunan.
Sangatlah penting untuk memahami hal ini. Menjadi seorang Kristen bukan
sekadar berkata, "Dosa-dosaku sudah diampuni." Itu hanya langkah awalnya
saja. Menjadi seorang Kristen lebih dari sekadar diampuni.
Yesus tidak dapat menjadi Penguasa (Lord) kita tanpa dibangkitkan
Saya kembali pada poin di bagian
awal tadi: Yesus bisa saja menjadi Juruselamat kita tanpa harus bangkit
dari antara orang mati. Yesus tetaplah Juruselamat kita yang
sesungguhnya, akan tetapi dia tidak bisa menjadi Penguasa (Lord) ke atas
hidup kita tanpa kebangkitan dari antara orang mati.
Orang yang mati demi saya dengan
menahan peluru di depan saya, orang yang mati bagi saya dengan
menyelamatkan saya dari rumah yang terbakar, jelaslah merupakan
penyelamat saya karena dia telah mati untuk menyelamatkan saya. Akan
tetapi dia bukanlah 'Lord' saya. Dia tidak bisa menjadi pemilik atau
tuan atas kehidupan saya. Dia sudah mati. Hanya orang yang hidup yang
bisa menjadi Lord Anda. Dan itulah sebabnya kita menyebut Yesus
sebagai, "Lord Jesus". Kita tidak bisa memanggil Yesus, "Lord" jika
Yesus tidak bangkit dari antara orang mati. Kata 'Lord' hanya akan
menjadi gelar kosong. Akankah Anda memanggil orang yang telah mati bagi
Anda sebagai 'Lord'? Apakah ada artinya? Tentunya sekadar suatu
basa-basi saja.
Hal apakah yang secara khusus
diterapkan atas kebangkitan Yesus itu? Kedaulatan (hak sebagai penguasa)
hanya bisa diterapkan dengan kebangkitan-nya. Yesus tidak bisa menjadi
Penguasa saya, dia tidak bisa memiliki saya, dia tidak bisa
mengendalikan kehidupan saya jika dia mati. Jika Yesus bukan Lord
Anda maka dia tidak bisa menyelamatkan Anda. Dan ini adalah pokok yang
ingin saya bahas hari ini. Banyak orang mengira bahwa karena mereka
percaya bahwa Yesus telah mati bagi mereka, maka hal itu sudah cukup
buat mereka. Hal ini tidak cukup bagi keselamatan. Itu hanya langkah
pertama dari keselamatan, akan tetapi belum memadai. Jika Yesus tidak
menjadi Penguasa/Lord di dalam hidup Anda (apakah artinya itu, akan kita
lihat nanti) - maka dia tidak akan menjadi Juruselamat Anda. Dia
menyelamatkan kita bukan sekadar oleh kematian-nya, tetapi lebih-lebih
lagi dengan hidup-nya. Ingatlah selalu pada Roma 5:10, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Bagaimana hidup kebangkitan Yesus menyelamatkan kita?
Dengan cara bagaimana hidup Kristus
menyelamatkan kita? Inilah persoalannya. Saya sudah menguraikan
bagaimana cara kematian-nya menyelamatkan kita. Sebenarnya kita wajib
dieksekusi untuk membayar hutang dosa kita, tetapi Yesus menggantikan
tempat kita. Kita mengerti bagaimana Yesus dapat menyelamatkan saya
dengan kematiannya. Tetapi, kecuali Anda mengerti juga bagaimana Yesus
dapat menyelamatkan kita dengan hidupnya, maka Anda tidak akan mengerti
apa makna keselamatan itu.
Bagaimana Yesus menyelamatkan kita
dengan hidupnya? Ini adalah hal yang penting untuk dipahami. Saya akan
menguraikan hal ini dengan tiga pokok dari Firman Tuhan.
1. Kuasa Allah yang membangkitkan Yesus adalah kuasa yang menjadikan kita manusia baru
Kuasa Allah yang membangkitkan Yesus
adalah kuasa yang sama yang menjadikan kita manusia baru. Apakah Anda
sudah menjadi manusia baru? Jika Anda hanya mengandalkan harapan bahwa
dengan mempercayai bahwa Yesus telah mati bagi Anda, maka Anda
diselamatkan, maka Anda belum mencapai keselamatan dalam makna yang
alkitabiah. Hidup Yesuslah yang akan menyelamatkan Anda. Kuasa Allah
yang membangkitkan Yesus harus menjadikan Anda manusia baru, jika tidak
maka Anda tidak akan diselamatkan.
Menjadi orang Kristen bukan
persoalan reformasi atau pembentukan ulang; kekristenan adalah masalah
penciptaan ulang, masalah kebangkitan, dilahirkan kembali. Kita memiliki
banyak 'orang Kristen yang direformasi' sekarang ini. Yang saya
maksudkan adalah orang yang menjadi Kristen karena menginginkan
reformasi moral. Mereka berkata, "Tidaklah baik menjadi orang nakal,
jahat, bejat dan tanpa etika. Jadi aku akan membenahi moralku. Dari
sekarang, aku ingin menjadi orang baik." Ini memang sangat bagus, dan
memang sangatlah bagus memiliki hasrat seperti itu, akan tetapi makna
Kristen bukan seperti itu. Menjadi seorang Kristen berarti Allah
menjadikan Anda sebagai manusia baru lewat kuasa kebangkitanNya.
Saya bacakan 1 Petrus 1:3. Bagaimana kita dilahirkan kembali? Bagaimana kita 'lahir baru'? Terpujilah
Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang
besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari
antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.
Dengan cara apa Anda lahir baru? Allah telah melahirkan kita kembali
lewat kebangkitan Yesus Kristus. "Melahirkan kita kembali' berarti
menjadikan kita manusia baru lewat kebangkitan kembali dari antara orang
mati. Kebangkitan harus menjadi realitas di dalam kehidupan Anda
sekarang ini, jika tidak maka Anda tidak akan diselamatkan di masa yang
akan datang.
Apakah yang terjadi saat baptisan?
Saat dibaptis Anda mati bersama Kristus. Anda dikuburkan bersama dia
saat Anda masuk ke dalam air, dan Anda bangkit kembali dalam hidup yang
baru. Tidaklah cukup dengan hanya mati bersama dengan Kristus. Bagaimana
kita menjadi manusia baru? Oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara
orang mati. Ini berarti tanpa kebangkitan Yesus, maka tidak akan ada hidup kebangkitan; tak akan ada hidup yag baru. Tanpa kebangkitan Yesus Kristus, kita tidak akan memiliki hidup yang baru; hidup kebangkitan; kekuatan untuk mematahkan kuasa dosa di dalam kehidupan kita ini. Itulah poin yang pertama.
Menjadi seorang Kristen berarti
diubah, bukan diperbaiki; kita bukan menjadi 'orang Kristen yang
diperbaiki' melainkan menjadi 'orang Kristen yang diubah'; suatu manusia
baru yang punya dinamika hidup yang baru. Menjadi orang baik itu bagus
tetapi tidak akan ada kuasa Allah di dalamnya. Menjadi orang Kristen
bukan sekadar menetapkan untuk menjadi orang yang baik. Seorang perampok
bank bisa saja menetapkan bahwa merampok bank itu tidak baik. Dia sudah
bosan merampok bank. Mulai saat ini, dia tidak mau lagi merampok bank.
Ini adalah suatu keputusan moral, keputusan yang bagus, akan tetapi itu
tidak membuatnya menjadi orang Kristen. Dia baru menjadi Kristen saat
hidup kebangkitan dari Yesus masuk ke dalam dirinya dan menjadikan dia
manusia baru. Dia telah dibangkitkan dari antara orang mati bersama-sama
dengan Kristus. [Dengan demikian, kuasa Allah telah masuk ke dalam
kehidupannya untuk mematahkan kuasa dosa yang telah memperbudaknya.]
Itulah poin yang pertama. Demikianlah, kita melihat dari Kitab Suci
bahwa kelahiran kembali berkaitan dengan kebangkitan Kristus, bukan
dengan kematian Kristus.
2. Yesus dibangkitkan supaya hidupnya dapat disalurkan pada kita
Hal yang kedua adalah kelanjutan
dari poin pertama. Allah tidak sekadar membangkitkan kita untuk masuk ke
dalam hidup yang baru kemudian membiarkan kita. Kita tidak dibiarkan
berjuang sendiri. Allah tidak berkata, "Baik, sekarang kamu adalah
manusia baru. Aku telah memberikan hidup kebangkitan kepadamu. Sekarang
kamu harus berjuang sendiri." Jika Anda hanya dibiarkan sendiri, apakah
yang akan terjadi? Anda akan seperti baterai yang diisi, semakin lama
akan semakin kehilangan kekuatannya. Saya melihat hal ini terjadi pada
banyak orang Kristen. Mereka memulai dengan sangat baik. Mereka datang
kepada Tuhan, mereka mendapatkan isi ulang rohani, kemudian baterainya
melemah dan semakin melemah... pada akhirnya, apakah yang terjadi? Tak
ada lagi sisanya. Akhirnya, suatu hari, terangnya padam, beterainya mati
dan berakhirlah sudah.
Yang lebih buruk lagi adalah,
baterai itu sangat berat. Yang tadinya diharapkan untuk menjadi sumber
kekuatan malah menjadi beban. Pernahkah Anda mencoba mengangkat aki
mobil? Saya sering memperbaiki sendiri mobil saya, karena menggunakan
jasa bengkel sangat mahal. Dan suatu hari, aki mobil saya mati.
Sangatlah merepotkan jika aki mobil mati. Mobil sama sekali tidak
berfungsi jika akinya mati. Mesin tidak mau menyala, lampu juga
demikian, mobil Anda tidak akan mau bergerak sama sekali! Tak ada yang
bisa berfungsi tanpa aki itu. Jadi, akhirnya, saya harus mengangkat aki
itu keluar, dan rasa sakit punggung saya nyaris tak tertahankan ketika
mencoba mengangkat keluar aki yang sangat berat itu. Jika Anda ingin
berlatih angkat besi, lakukan saja dengan mengangkat aki mobil setiap
hari. Saya nyaris saja terjatuh di atas mesin ketika mencoba mengangkat
aki tersebut. Benda ini berat sekali. Jadi demikianlah, apa yang
diharapkan untuk menjadi sumber tenaga ternyata malah menjadi beban
berat. Barang yang diharapkan bisa menghidupkan mobil, akhirnya malah
menjadi beban berat buat saya. Dan banyak orang Kristen yang seperti
ini. Mereka seolah-olah diisi dengan suatu kekuatan; suatu hidup yang
baru, tetapi selanjutnya mereka membiarkan segala sesuatunya menjadi
berantakan.
· Yesus adalah pokok dan kita adalah cabang-cabangnya
Menjadi
seorang Kristen berarti bersatu sedemikian rupa dengan Kristus sehingga
hidupnya secara terus menerus mengalir ke dalam Anda.
Itulah makna menjadi orang Kristen. Bukan sekadar persoalan memutuskan
bahwa menjadi orang jahat itu tidak baik, dan sekarang Anda ingin
menjadi orang baik. Bukan sekadar masalah moral dan etika; ini adalah
masalah rohani. Ini adalah masalah hidup Kristus, hidup kebangkitan
Kristus yang secara terus menerus mengalir ke dalam diri Anda, setiap
saat. Untuk menggambarkan poin ini, di dalam Yohanes 15:5 Yesus
berbicara tentang pokok anggur: "Akulah pokok anggur dan kamulah
ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam
dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat
apa-apa." Itulah makna menjadi orang Kristen. Jika saya dibiarkan
menjadi orang baik dengan kekuatan saya sendiri, saya tidak yakin bahwa
saya akan bisa bertahan lama. Apakah insentif, dinamika, atau kuasa yang
akan menggerakkan Anda dari dalam? Yang menggerakkan kita adalah hidup
kebangkitan Kristus.
· Yesus adalah kepala dan kita adalah tubuhnya
Atau, dengan kata lain, rasul Paulus
gemar menggunakan gambaran tentang tubuh. Selama tangan saya masih
tersambung dengan tubuh saya, maka ia akan menyerap kehidupan dari tubuh
saya, kehidupan akan mengalir ke dalam tangan saya. Segera setelah
tangan ini terpisahkan dari tubuh saya, entah oleh penyakit atau oleh
kecelakaan atau oleh apa pun itu, tangan itu akan segera mati, sama
dengan yang lainnya. Sekalipun dia pernah hidup, ia akan mati karena
kehidupan tidak mengalir lagi ke dalamnya. Saat ada pasokan darah
mengalir Anda akan merasakan bahwa tangan Anda hidup. Jika tidak ada
aliran darah, maka tangan Anda mati. Tanpa pasokan gizi dan aliran
kehidupan, secara perlahan-lahan, ia akan menjadi daging mati, mulai
membusuk, dan mati.
Menjadi seorang Kristen bukan
sekadar mengetahui bahwa Yesus telah mengambil alih tempat Anda. Bukan
sekadar mengetahui bahwa Anda telah menjadi manusia baru. Seorang
manusia baru adalah orang yang bergantung setiap saat padanya. Sekarang
Anda mengerti apa yang dimaksudkan oleh Paulus di dalam Roma 5:10 lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Kata
'lebih-lebih' ini berarti, yang jauh lebih penting. Artinya: yang jauh
lebih penting bahwa setelah diperdamaikan dengan Allah, kita secara
terus menerus bergantung pada Kristus untuk hidup, seperti ranting
bergantung pada pokok. Hidup Kristus itu terus menerus mengalir ke dalam
diri Anda. Itulah rahasia menjadi orang Kristen.
Begitulah cara Paulus memahaminya dengan benar. Di Galatia 2:20 (19b-20), dia berkata: Aku
telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku
sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan
hidupku yang kujalani sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman
dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk
aku. Dia berkata, "Secara jasmani aku hidup, itu memang benar,
akan tetapi itu bukan hal yang penting. Yang penting adalah bahwa
Kristus hidup di dalam aku. Hidup kebangkitannya selalu mengalir ke
dalam diriku dan melalui diriku." Itulah dinamika kehidupan Kristen! Ini
hal yang sangat penting untuk dipahami karena saya melihat begitu
banyak orang Kristen yang kalah dan lemah. Dan saya kuatir kalau-kalau
mereka itu ternyata adalah 'orang Kristen yang direformasi', bukannya
'orang Kristen yang ditransformasi'. Apakah Anda adalah termasuk 'orang
Kristen yang direformasi' atau 'orang Kristen yang ditransformasi'?
Termasuk yang manakah Anda?
Orang Kristen yang direformasi
adalah orang yang menjadi Kristen karena ingin membuang sifat jahat,
karena menyadari bahwa dosa itu tidak baik. Dan dia melakukan perbaikan,
dan berusaha menjadi orang baik. Itu sangat berat. Tak heran jika
orang-orang terus saja berkata, "Sungguh berat. Aku tak bisa
melakukannya." Tentu saja, Anda tidak akan bisa. Itulah persoalan yang
menimpa 'orang Kristen yang direformasi'. Yang Anda perlukan adalah
menjadi 'orang Kristen yang ditransformasi', orang Kristen yang telah
mati pada manusia lama dan sekarang hidup Kristus mengalir ke dalam
dirinya. Untuk inilah Tuhan menyelamatkan kita dengan hidup
kebangkitannya.
3. Kristus dibangkitkan untuk menjadi Pengantara bagi Anda dan saya
Mari kita masuk ke poin yang ketiga.
Hidup Kristus mengalir di dalam diri kita; Kristus hidup di dalam kita
dan karena itu kita menjadi perwujudan Kristus di dunia. Saat orang lain
mengamati kita, mereka memikirkan tentang Kristus. Segala kesalahan
yang kita perbuat sebagai seorang Kristen, akan mempermalukan nama
Kristus. Inilah alasan mengapa, saya dulu tidak mau menjadi orang
Kristen untuk waktu yang agak lama; karena saya melihat perilaku orang
Kristen yang sangat menjijikkan bagi saya.
Jika Anda menjadi orang Kristen,
ingatlah ini, ada Kristus yang hidup di dalam diri Anda, Anda membawa
nama Kristus. Dan Anda bisa saja membuat orang lain tidak jadi datang
kepada Tuhan. Sanggupkah Anda memikul tanggung jawab rohani akibat
membuat orang lain tidak mau datang kepada Kristus? Sanggupkah Anda
memikul tanggung jawab jika ada orang lain yang akhirnya tak pernah
masuk ke dalam hidup yang kekal karena melihat diri Anda? Sanggupkah
Anda memikul tanggung jawab tersebut? Saya harap jika Anda tidak
berminat untuk menjadi 'orang Kristen yang sekadar direformasi'. Sudah
cukup banyak orang yang telah mempermalukan nama Yesus di mata dunia,
Anda tidak perlu menambahkan nama Anda di dalam daftar tersebut. Cukup
sudah tindakan-tindakan yang mempermalukan nama Kristus.
· Kasih yang sempurna hanya mungkin bagi yang telah lahir baru
Apakah standar yang ditetapkan bagi
orang Kristen? Standarnya tidak kurang dari kesempurnaan. Bukan saya
yang mengatakan hal itu; Yesus yang mengatakannya. Di Matius 5:48, Yesus
berkata, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Ini bukan suatu anjuran. Ini adalah suatu perintah. Menjadi sempurna
bukan berarti dalam sekejap semua kelemahan moral Anda langsung lenyap.
Menjadi sempurna di sini berarti,
kesempurnaan di dalam kasih Anda, di dalam komitmen Anda kepada Allah
dan kepada sesama manusia. Anda akan berkata, "Itu sangat susah." Memang
benar, bukan saja susah tapi malah mustahil! Inilah alasannya mengapa
saya katakan tadi, Anda tidak akan bisa menjadi Kristen tanpa
pertama-tama dilahirkan kembali oleh hidup kebangkitan Kristus;
dibangkitkan kembali dari antara orang mati. Anda tidak akan bisa
menjadi Kristen jika hidup Kristus tidak terus mengalir ke dalam diri
Anda.
Dapatkah Anda saling mengasihi
dengan sempurna? Dapatkah saya mengasihi Anda dengan kekuatan saya
sendiri? Itu mustahil. Bukan sekadar susah, ini adalah persoalan yang
bahkan tak terbayangkan. Oleh sebab itu, Anda bisa lihat betapa hidup
kebangkitan Kristus sangat mutlak perlu bagi keselamatan kita. Saya
tidak bisa hidup sebagai orang Kristen tanpa kuasa kebangkitan Kristus.
· Mendekatlah kepada Allah, Yesus selalu siap menjadi Pengantara Anda
Tetapi, bagaimana dengan saat-saat
di mana kita gagal? Apakah itu berarti bahwa setiap kali Anda gagal
untuk sempurna, maka di saat itu Anda bukanlah orang Kristen? Jadi, di
satu saat Anda adalah orang Kristen, dan di saat berikutnya, Anda bukan
orang Kristen. Dan pada akhirnya, Anda berkata, "Lima menit yang lalu,
aku orang Kristen karena aku mengasihi sesamaku manusia. Tapi sekarang,
aku bukan orang Kristen karena aku lupa mengasihi dia." Jadi, bagaimana
di saat Anda gagal? Padahal kita gagal setiap hari. Apakah itu berarti
bahwa Anda berhenti menjadi orang Kristen? Tentu saja tidak.
Hal yang ketiga adalah Kristus hidup
untuk menjadi Pengantara bagi kita. Jika dia tidak hidup, jika dia
sekadar mati bagi dosa-dosa saya, maka hal itu hanya akan menghapus
dosa-dosa saya di masa lalu. Bagaimana dengan dosa-dosa saya hari ini?
Bagaimana dengan dosa-dosa saya besok? Dia telah menghapuskan dosa-dosa
saya di masa lalu, tetapi bagaimana dengan dosa-dosa saya yang sekarang?
Di sinilah Anda membutuhkan Pengantara, Yesuslah yang menjadi Pembela
perkara Anda, dia yang akan membela dan melindungi Anda di sini dan
sekarang juga. Inilah gambaran yang sangat indah.
Ibrani 7:25 adalah salah satu ayat yang sangat berharga: Karena
itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh
Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi
Pengantara mereka. Perhatikan bahwa ayat 23 dan 24 berbicara
tentang kematian. Para imam mencurahkan darah bagi penghapusan dosa.
Jika darah tidak dicurahkan secara terus, sebagai persembahan, maka
penghapusan dosa itu tidak tersedia bagi kita. Selain itu, para iman
juga berdoa syafaat untuk kita. Bukan sekadar kematian itu yang penting,
tetapi juga syafaat atau pengantaraan. Kematian korban itu sendiri
tidak menyelamatkan Anda. Pengantaraan atau syafaat bagi Anda, atas
dasar darah yang dicurahkan, itulah yang menyelamatkan Anda.
Hal ini tidak sulit dipahami. Sama
seperti orang lain, saya adalah orang yang, dalam kehidupan sehari-hari,
tidak selalu sesuai dengan standar Allah. Mungkin Anda berpikir bahwa
saya hidup sesuai dengan standar Allah, namun saya tahu bahwa, di mata
Allah, saya tidak selalu hidup sesuai dengan standar itu. Setiap kali
saya tidak bertenggang rasa kepada seseorang, berarti saya telah gagal.
Mungkin tak ada orang yang mengetahui hal itu, tetapi Allah melihat
kegagalan saya. Setiap hari saya gagal di hadapan Allah. Ini adalah
suatu proses melangkah maju menuju standar tinggi yang menjadi panggilan
Allah buat saya. Itu sebabnya, saya perlu seseorang yang selalu
bersyafaat buat saya karena saya ini selalu saja gagal.
Dan Yesus terus menerus bersyafaat
bagi kita. Hal ini sangat penting bagi keselamatan kita. Dan jika dia
tidak hidup sekarang ini, bagaimana dia bisa bersyafaat bagi saya?
Tetapi karena dia telah bangkit dari antara orang mati, maka dia bisa
selalu bersyafaat untuk saya, berdasarkan darah yang telah dicurahkan
itu, supaya saya boleh diampuni hari ini. Inilah poin kita yang ketiga.
Pengampunan bukan sekadar perkara
mengucapkan kata maaf kepada Allah. Tidak sesederhana itu. Kita terlalu
memandang enteng dosa. Syafaat yang terus menerus dari Yesus yang
membuat darah-nya efektif bagi kita saat bertobat sekarang dan hari ini.
Poin ini sangatlah penting sehingga diulang berkali-kali dalam Kitab
Suci. Roma 8:34 mengatakan hal yang sama, "Kristus Yesus, yang telah
mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah
kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita." Kristuslah,
yang berdasarkan kematiannya, membela kita pada masa ini. Ini berarti
bahwa saya tidak harus berada dalam keadaan tanpa harapan. Saya
menyadari bahwa kita, sebagai orang Kristen, tidak mampu untuk selalu
hidup sesuai dengan panggilan surgawi kita, bukan karena kita tidak
menginginkannya, melainkan karena kadang kala kita memang gagal. Dan
Yesus ada untuk membela. Dia menaungi saya dengan sayapnya, dia menjadi
tempat saya berteduh, sehingga saya tetap berada dalam pengampunan.
Ada tiga alasan mengapa kematian Yesus dan terlebih lagi hidup Yesus menyelamatkan saya.
Saya akan merangkumnya secara
singkat. Pertama, Yesus hidup untuk menanamkan hidup kebangkitannya pada
diri kita supaya kita menjadi manusia baru. Dan kedua, Kristus hidup
bukan sekadar untuk memberikan kita suatu peristiwa kelahiran baru,
melainkan untuk terus menerus mengalirkan hidupnya kapada kita. Dan
ketiga, setiap kali saya gagal untuk memanfaatkan sepenuhnya hidup itu
di dalam diri saya, Yesus membela saya. Jadi secara terus menerus Yesus
menjamin keselamatan saya. Itulah sebabnya 1 Yohanes 2:1 berkata bahwa
kita memiliki Pengantara pada Bapa. Setiap kali kita berbuat dosa, Yesus
selalu membela kita.
Kebangkitan rohani di masa kini, kebangkitan jasmani di masa depan
Alkitab berbicara tentang
kebangkitan di dalam dua bentuk kata, yaitu di dalam bentuk kini dan
bentuk yang akan datang. Kebangkitan harus menjadi realitas di masa
kini, jika ingin dijadikan realitas di masa depan. Apakah makna
keselamatan itu? Makna keselamatan adalah, karena saya sekarang merdeka
dari kuasa dosa dan tuntutan atas dosa-dosa di masa lalu, maka saya juga
akan memiliki hidup yang kekal, itu berarti, saya akan dibangkitkan
dari antara orang mati.
Kebangkitan Yesus, menurut Alkitab,
adalah buah sulung dari kebangkitan menyeluruh semua orang yang menjadi
miliknya. Sungguh indah! Anda dan saya akan bangkit kembali dari antara
orang mati. Jika Anda adalah milik Yesus, maka Anda akan bangkit dari
antara orang mati. Maut tidak akan bisa menahan kita. Renungkanlah
prospek yang mulia ini - Anda dan saya akan bangkit dari antara orang
mati!
Saat saya datang dari Hong Kong
dengan menumpang kapal laut bertahun-tahun yang lalu, ada seorang
penumpang lain, seorang dokter, [yang memberitahu saya bahwa ada sesuatu
yang dia lihat berbeda di dalam hidup saya]. Saya menyampaikan hal ini
bukan karena suatu kesombongan atau apa pun itu. Ingatlah, yang dia
lihat itu bukan saya, tetapi Kristus yang hidup di dalam diri saya,
itulah yang penting. Dan dokter ini, dia berusia 60-an tahun, adalah
orang yang sangat kaya, dan penuh dosa, dan kadang kala kami berdua
berkumpul bersama. Dia sudah cukup tua dan layak menjadi kakek saya.
Saat itu saya baru sekitar dua puluhan tahun. Namun saya hidup
mengandalkan hidup Kristus yang mengalir di diri saya. Dan orang ini,
yang pernah membanggakan dosa-dosanya kepada saya, suatu hari, entah
bagaimana, merasa sangat tertusuk hatinya. Saya tidak menginjilinya.
Hidup itulah yang menjamahnya. Dan suatu hari dia datang kepada saya,
ketika saya sedang berada di anjungan kapal, sambil mengamati haluan
kapal membelah air laut, lalu dia berkata, "Apakah kamu benar-benar
percaya pada kebangkitan dari antara orang mati, bahwa seseorang bisa
bangkit dari kematian secara jasmani?"
Saya katakan, "Tentu saja."
Dia berkata, "Ajaib sekali! Mengapa
kamu percaya pada kebangkitan orang mati? Bagaimana kamu sampai percaya
bahwa tubuh yang pernah mati dan dikuburkan ini bisa bangkit kembali?"
Jawaban saya sederhana, "Karena saya telah mengalami kebangkitan."
Dia bertanya, "Kamu pernah mengalaminya? Maksudmu, kamu pernah dikuburkan dan bangkit kembali?"
Saya menjawab, "Bukan, bukan. Saya telah mengalami kuasa kebangkitan di dalam hidup saya, di sini dan sekarang ini."
Dia bertanya, "Maksudmu, kamu bisa mengalaminya sekarang ini juga?"
Jawab saya, "Sudah pasti Anda bisa."
Saya sekadar menerapkan prinsip dari
Kitab Suci. Bagaimana Anda bisa tahu, dan kepastian apa yang dapat Anda
pegang, bahwa suatu hari Anda nanti Anda akan bangkit dari antara orang
mati jika Anda tidak mengalami kebangkitan itu sekarang? Maksud saya,
hal ini hanya akan menjadi khayalan saja, semacam mimpi indah. Bagaimana
Anda tahu, bagaimana Anda bisa yakin, bagaimana Anda meyakini bahwa
suatu hari nanti, Anda akan bangkit dari antara orang mati? Apa
dasarnya? Apakah karena Anda berkata, "Yah, aku percaya akan hal itu
karena aku mempercayainya. Aku tidak tahu mengapa aku percaya, tetapi
Yesus telah bangkit dari antara orang mati, jadi aku juga akan bangkit
dari antara orang mati."
Apa hubungannya? Yesus telah bangkit
dari antara orang mati, tetapi hal itu tidak membuktikan bahwa Anda
akan bangkit dari antara orang mati. Satu-satunya jaminan yang bisa Anda
pegang adalah karena sekarang ini Anda telah mengalami kuasa
kebangkitan Allah di dalam diri Anda. Jika Anda tidak mengalami
kebangkitan itu sekarang, maka jangan berharap untuk mengalami
kebangkitan di masa depan.
Mari kita pahami perbedaan antara
iman dengan anggapan. Sangatlah jauh perbedaan keduanya. Anda hanya
menganggap bahwa Anda akan bangkit, atau berharap bahwa Anda akan
bangkit. Itu bukanlah iman. Iman berkaitan dengan kuasa. Saya tahu bahwa
saya akan bangkit dari antara orang mati, mengapa? Karena saya telah
mengalami kuasa kebangkitan Allah di sini dan sekarang juga.
Kedua poin yang saya sebutkan di sini adalah:
(1) Kita mengalami kebangkitan di masa kini dan kita juga mengalami kebangkitan di masa depan.
(2) Dan satu-satunya jaminan bahwa
Anda akan mengalami kebangkitan di masa depan adalah bahwa Anda telah
mengalami kuasa kebangkitan Allah sekarang ini.
Bukankah kedua hal itu sangat benar?
Bahkan secara logika, kedua poin itu pasti benar. Namun yang lebih
penting dari logika, Kitab Suci memberitahu kita bahwa jika Anda tidak
mengalami kuasa kebangkitan Allah sekarang, maka harapan Anda untuk
mengalami kuasa kebangkitan Allah di masa depan hanya sekadar khayalan
belaka. Hanya akan menjadi omong kosong karena, secara harfiah, tidak
masuk di akal. Jika Anda tidak mengalami kuasa Allah sekarang,
berdasarkan apa Anda bisa mengalami kuasa Allah di masa depan? Apakah
dasar dari jaminan semacam itu?
Alkitab berkata kepada kita bahwa,
jika Anda mengalami kuasa kebangkitan Allah sekarang, kuasa yang
mengubah hidup Anda dari dalam - perubahan itu merupakan suatu proses,
tetapi Anda sudah mulai mengalami proses itu - maka Anda akan mengalami
kuasa kebangkitan Allah di masa depan. Kita mengalami kebangkitan
secara rohani di masa kini, dan itu adalah jaminan bahwa kita akan
mengalami kebangkitan di masa depan, secara jasmani.